Tag Archives: Stabilitas Keuangan

https://realaikidodojo.com

OJK Dorong Perbankan Daerah Berperan Aktif dalam Pertumbuhan Ekonomi

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berupaya memperkuat peran perbankan daerah, termasuk sektor perbankan syariah, guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menegaskan pentingnya perbankan daerah dalam mendukung stabilitas ekonomi nasional melalui peningkatan kinerja dan kontribusi yang lebih optimal di tingkat lokal. Sinergi antara Bank Indonesia, OJK, dan lembaga terkait diharapkan dapat semakin ditingkatkan untuk memperkuat ekosistem keuangan daerah.

Sebagai bagian dari upaya ini, OJK telah menerbitkan Roadmap Penguatan Bank Pembangunan Daerah 2024-2027 serta Roadmap Pengembangan dan Penguatan Industri BPR BPRS 2024-2027. Dalam Pertemuan Industri Tahunan Jasa Keuangan 2025, OJK memproyeksikan pertumbuhan kredit perbankan nasional tahun ini berada di kisaran 9-11 persen, dengan peningkatan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 6-8 persen. Proyeksi ini mencerminkan optimisme terhadap prospek ekonomi Indonesia meskipun tantangan global masih berlangsung.

Data OJK menunjukkan bahwa industri perbankan nasional berada dalam kondisi stabil, dengan pertumbuhan aset bank umum mencapai 6,34 persen year on year (yoy) pada Januari 2025, senilai Rp12.410,7 triliun. Kredit perbankan meningkat 10,27 persen yoy menjadi Rp7.782,2 triliun, sementara DPK tumbuh 5,51 persen yoy menjadi Rp8.879,3 triliun. Perbankan syariah juga mencatatkan perkembangan positif, dengan total aset meningkat 9,17 persen yoy menjadi Rp948,2 triliun dan pangsa pasar mencapai 7,5 persen.

Di tingkat regional, perbankan di wilayah Solo Raya menunjukkan pertumbuhan yang berkelanjutan meskipun terdapat kontraksi dalam penyaluran kredit. Total aset perbankan di daerah ini meningkat 2,29 persen yoy menjadi Rp119,53 triliun, sementara penghimpunan DPK naik 3,1 persen yoy menjadi Rp97,8 triliun. Dengan adanya peluang pemulihan dalam sektor pembiayaan, OJK optimistis bahwa industri perbankan daerah akan terus berkontribusi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Krisis Kepercayaan di Pasar: DPR Dorong KSSK Perbaiki Pola Komunikasi

Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun meminta Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), yang meliputi Kementerian Keuangan, Bank Indonesia (BI), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK), untuk meningkatkan kualitas komunikasi dengan pelaku pasar. Menurutnya, penyampaian informasi yang lebih jelas dan efektif dapat mencegah kepanikan serta sentimen negatif yang berlebihan di pasar keuangan.

Misbakhun menegaskan pentingnya koordinasi dalam penyampaian kebijakan ekonomi agar tidak menciptakan ketidakpastian. Ia mencontohkan bahwa dalam beberapa hari terakhir, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan hingga 6 persen akibat buruknya komunikasi dari pemerintah dan otoritas terkait. Transparansi serta kejelasan dalam menyampaikan tantangan ekonomi nasional dinilai sangat krusial agar pasar bergerak berdasarkan fundamental, bukan spekulasi atau rumor semata.

Sementara itu, Head of Research & Chief Economist Mirae Asset, Rully Arya Wisnubroto, menyebut bahwa tekanan terhadap IHSG pada 18 Maret lalu dipicu oleh kombinasi faktor eksternal dan domestik. Salah satu penyebabnya adalah arus keluar modal asing (foreign outflow) yang cukup signifikan, meningkatkan tekanan di pasar saham Indonesia. Selain itu, kebijakan ekonomi pemerintah, seperti pemangkasan anggaran dan pembentukan berbagai lembaga baru, turut memperburuk kepercayaan investor.

Kekhawatiran semakin besar dengan beredarnya isu pengunduran diri Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, yang dianggap berpotensi mengguncang stabilitas fiskal. Selain faktor domestik, kondisi global juga ikut berperan, terutama kebijakan tarif dagang Amerika Serikat dan keputusan bank sentral AS (The Fed). Namun, faktor utama pelemahan IHSG lebih banyak disebabkan oleh ketidakpastian dalam kebijakan ekonomi di dalam negeri.